Entah harus memulai darimana. Aku selalu saja benci sekolah, aku benci kehidupan, dan aku benci berada disini. Sejujurnya aku tak pernah tahu apa yang harus kuimpikan dalam jalan cita-cita. Entah itu tentang harapan, mimpi dan sebuah pendidikan. Sampai suatu sadar bahwa apa yang kujalani............
Dalam lingkungan bahagia aku melihat kita juga terlalu dekat dengan duka. Mengenai sebuah harapan manusia yang terseret rintangan, atau mengenai mimpi yang tak bisa terbang karena sayapnya dirusak orang. mereka......
Segerombolan nafas yang seharusnya tak tersedak. Segerombolan mimpi yang seharusnya tetap menopang kaki mereka dalam pijak bahagia. Program kreatifitas mahasiswa menyadarkan tentang banyak hal. Bahwa sesungguhnya kita manusia yang punya harap. Paling tidak jika kamu tidak mau berharap pada dirimu, maka berikan harapan bahagia pada mereka dengan karyamu.
Disini aku ingin sedikit mengetuk, tentang keberadaan sebuah pondok sosial. Apa itu pondok sosial, ada apa disana, kita lihat bersama.
Pondok sosial merupakan tempat makhluk yang mempunyai jalan agak berbeda dengan diri kita. Mereka anak jalanan yang terjaring razia, psk yang sudah tua, bahkan manula yang dengan tega dilupakan orang yang seharusnya merawatnya. Mereka makhluk pinggiran, tapi dalam tubunya selalu ada harap. Keluarga.....
Benar dalam kesndirian mereka tak pernah meminta lebih. Entah apa itu uang, apa itu jabatan, mobil mewah, IP bagus atau apa saja yang tentang keinginan. Mereka cuma butuh kepedulian. Tentang kita yang berlebih, yang berharap membagi kasih sayang. Paling tidak mungkin dari kita bisa menjadi sebagian kelurga untuk mereka.
mari berbagi
Selasa, 08 September 2009
Sabtu, 22 Agustus 2009
Karimun jawa part 2

Kebetulan aku masih bisa bernafas, kebetulan aku masih bisa berjalan, kebetulan aku masih diberi kesehatan, kebetulan aku dapat mengucap hamdalah, dan kebetulan aku bisa pergi ke Karimun jawa. Setahun yang lalu aku menginjakkan kaki disana, dan sekarang aku kembali kesana. Untuk sebuah pendewasaan diri dan menikmati keindahan. Semua yang serba kebetulan, dan semua yang sudah ditakdirkan.
KARIMUN JAWA
Karimun jawa sendiri merupakan sebuah kepulauan kecil yang terletak di jawa tengah. Dengan perjalanan kurang lebih 6 jam menggunakan kapal muria yang berangkat dari Jepara. Sebenarnya untuk pergi kesana ada beberapa alternatif. Menggunakan kapal cepat, kapal lambat dan pesawat terbang. Untuk kapal lambat sendiri, berangkat seminggu 2 kali. Hari rabu berangkat dari jepara, kamis kembali dari karimun jawa, sabtu berangkat lagi ke karimun jawa dan senin kembali berangkat dari karimun jawa dan begitu seterusnya. Sedang pada kapal cepat dari pelabuhan Tanjung mas Semarang, berangkat hari sabtu dan kembali Minggu. Untuk pesawat terbang, saya sendiri semakin tidak paham. Karena kenayakan disana yang tinggal di kura- kura resort, tempat bule dan orang kaya berkumpul.
MENGENAI KEINDAHAN DAN PERJALAN YANG MURAH
“Bukan berbagi nasib, karena nasib kepunyaan masing-masing”
Kadang sebuah perjalanan yang tidak pernah kita datangi akan mendatangkan sebuah pertanyaan. Berapa uang yang akan kita keluarkan untuk sebuah perjalanan wisata. Terlalu banyak paket, terlalu banyak biaya, terlalu banyak pikiran, akan semakin kita membuat ragu langkah kita.
Rincian paket adventure ke karimun jawa:
Harga kapal lambat dari pantai kartini jepara untuk kelas ekonomi Rp 30.000 Sedang pada eksekutif berkisar Rp 60.000 sampai Rp 90.000. ( menurut saya pribadi, di eksekutif tidak begitu enak. AC dan ruang yang tak bisa memandang lautan menjadi membosankan karena butuh waktu perjalan yang lama. Tetapi tempat duduk yang empuk bisa jadi alasan anda memilih itu. Bila anda mabuk, cukup tidur saja. Semua terserah anda. )
Apabila sampeyan mabuk dan merasa mual untuk sebuah perjalan. Ada baiknya anda tidur dulu di Karimun jawa. Sebagai catatan, karimun jawa itu merupakan suatu pusat kota. Belum ada pantai yang putih dan karang yang indah. Karena karimun jawa merupakan sebuah kepulauan,jadi untuk ke pantai atau (pulo sebutan orang karimun) dibutuhkan jasa penyewaan kapal.
Kembali ke topik, di sana banyak hotel dan home stay. Untuk yang relatip biasa berkisar Rp 90.000 sampai Rp 120.000 Per malam. Bukan bermaksut promosi tapi ada baikanya anda menginap di hamfah saja. Harga Rp 90.000 Per orang, termasuk jasa menginap dan makan 3 kali. Anda bisa beristirahat semalam dan besok berkeliling. Kalau anda berpikir “ waduh nunggu kapal kan lama, sedang uang pas-pasan jadi kalo nginep di situ trus kan jadi susah.” Anda tak perlu khawatir, kan anda bisa menginap di pulau – pulau yang indah.
Untuk penyewaan kapal sendiri, 1 kapal dihargai kisaran Rp 250.000, bisa diisi 10 orang kok. Biasanya rutenya Tanjung gelam, pulau menjangan kecil dan menjangan besar ( melihat penangkaran hiu dan tukik ( anak penyu). Tapi lagi-lagi bukan berpromosi. Bahwa dinyatakan setiap kapal walau harga kapal mungkin sama tapi fasilitas yang di dapatkan berbeda. Untuk kapal milik mas antok dan mas kun mereka berbeda ( bersaudara). Apabila kalian menyewa kapalnya, anda akan dipandu snorkling ( pakai life jacket bila tidak mahir berenang), dan anda dipancingkan ikan untuk santap makan siang di pantai yang indah setelah puas berenang.
Untuk temen-temen yang ngirit biaya dan bawa peralatan tenda, kalau pengen ditinggal nge camp di menjangan kecil boleh kok. Biasanya tiap orang dikenai uang Rp 10.000, soale ada air bersih di pulau itu yang bisa digunakan untuk mandi dll. Nyanti di tepi panti maaaaaaaaaan.
UNTUK YANG LEBIH
Lebih disini selalu punya banyak makna. Lebih uang, lebih waktu yang digunakan untuk nyantai dan lebih berani mabuk( mabuk opo). Perjalanan menarik lainnya kita berkeliling dan berenang di Pulau sisi timur dengan rute Pulau sintong, Pulau Tengah dan pulau kecil. Mungkin waktu perjalan yang lama membuat harga ke pulau ini lebih mahal. 1 jam perjalanan dari karimun jawa dengan harga Rp 400.000. Berenang, bakar ikan, atau mau bikin tenda (yang berminat) bisa kita lakukan. Kalo temen-temen pengen bikin tenda, saya sarankan di pulau cilik saja. Karena depanyya dikit anda berenang dan bisa melihat karang yang indah, juga melihat kumpulan ikan berdansa. Yang suka ikan nemo kebetulan disana ada kok.
Semua pilihan tergantung anda.
“mari berbagi”
Kelamin kematian
Piknik ke Bulan
Jumat, 24 Juli 2009
Mengenang damai
.jpg)
Untuk nada pagi yang kau sisipkan dalam harapan.
Entah kenapa aku memaksakan pikiranmu harus sama dengan pikiranku. Hatimu sebagian dari hatiku, dan sifatmu menjadi satu dengan kepribadianku. Berharap kita adalah bintang jatuh itu, yang selalu menjatuhkan sebuah harapan demi mengejar cita. Masih ingat bukan? Saat hari pertama kita datang dalam sebuah keajaiban. Bagaimana sang waktu yang bekerja sama dengan jarak untuk mengelabui kita. Bagaimana aku terbaring lemah tanpa daya walau sekedar berjalan keluar. Iya..Kebetulan aku sedang sakit. Kebetulan aku tidak dapat masuk sekolah. Kebetulan ada dirimu. Kebetulan ada sebuah pertemanan. Kebetulan ada pendaftaraan Kuliah negeri. Kebetulan aku di terima. Dan segala kebetulan bernama kodrat.
Hingga aku berada disini. Ladang ilmu yang seharusnya dapat kupetik. Tentang apa penamaan dari sebuah cita-cita yang beriringan dengan proses. Apa itu sebuah pertemanan yang membingungkan apakah bernama kesuksesan atau menjatuhkan. Aku terlalu lama disini, sampai tersadar aku tidur terlalu lama atau bangun terlalu lama.
Hingga suatu kehilangan mengingatkan aku. Bahwa kehidupan tak pernah ada tanpa kita mensyukurinya. Tentang rasa syukurku yang dari lama tak pernah tergugah. Rasa nikmat yang disajikan dalam paket kesehatan, ketenangan, rasa memiliki, kemampuan dan sejuta lebih rasa yang tak pernah tergambar. Aku lama menyiakan.
Bagaimana kita mencipta dosa lebih dari semua kemudahan. Sepuluh menit bersujud selalu lama dibanding dua jam bergejolak dengan nafsu. Satu ayat akan tetap sulit dibanding air damai. Percayalah hingga hidupmu yang tak berguna akan memaksakan jasad dan jiwamu bergejolak. Aku ingin hidup normal. Dalam damaimu setiap pagi. Dalam serpih nafas kebesaranMU. Setidaknya aku belajar untuk memulai dari awal. Menjemput damaiku sendiri.
Entah kenapa aku memaksakan pikiranmu harus sama dengan pikiranku. Hatimu sebagian dari hatiku, dan sifatmu menjadi satu dengan kepribadianku. Berharap kita adalah bintang jatuh itu, yang selalu menjatuhkan sebuah harapan demi mengejar cita. Masih ingat bukan? Saat hari pertama kita datang dalam sebuah keajaiban. Bagaimana sang waktu yang bekerja sama dengan jarak untuk mengelabui kita. Bagaimana aku terbaring lemah tanpa daya walau sekedar berjalan keluar. Iya..Kebetulan aku sedang sakit. Kebetulan aku tidak dapat masuk sekolah. Kebetulan ada dirimu. Kebetulan ada sebuah pertemanan. Kebetulan ada pendaftaraan Kuliah negeri. Kebetulan aku di terima. Dan segala kebetulan bernama kodrat.
Hingga aku berada disini. Ladang ilmu yang seharusnya dapat kupetik. Tentang apa penamaan dari sebuah cita-cita yang beriringan dengan proses. Apa itu sebuah pertemanan yang membingungkan apakah bernama kesuksesan atau menjatuhkan. Aku terlalu lama disini, sampai tersadar aku tidur terlalu lama atau bangun terlalu lama.
Hingga suatu kehilangan mengingatkan aku. Bahwa kehidupan tak pernah ada tanpa kita mensyukurinya. Tentang rasa syukurku yang dari lama tak pernah tergugah. Rasa nikmat yang disajikan dalam paket kesehatan, ketenangan, rasa memiliki, kemampuan dan sejuta lebih rasa yang tak pernah tergambar. Aku lama menyiakan.
Bagaimana kita mencipta dosa lebih dari semua kemudahan. Sepuluh menit bersujud selalu lama dibanding dua jam bergejolak dengan nafsu. Satu ayat akan tetap sulit dibanding air damai. Percayalah hingga hidupmu yang tak berguna akan memaksakan jasad dan jiwamu bergejolak. Aku ingin hidup normal. Dalam damaimu setiap pagi. Dalam serpih nafas kebesaranMU. Setidaknya aku belajar untuk memulai dari awal. Menjemput damaiku sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)